Marak Mafia Solar Bersubsidi Bahan Bakar (BBM) Solar di Sukabumi Jawa Barat
Sukabumi | Newsfakta.com –
Pemerintah telah memberikan Bahan Bakar(BBM) Solar guna untuk meringankan masyarakat para pengendara roda empat yang selalu menggunakan Bahan bakar solar.
Namun masyarakat mengeluhkan bahwa bahan bakar solar bersubsidi khususnya di Kabupaten Sukabumi sulit didapati.
Dari pengukapan salah satu sumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan ia sudah menemukan ada salah satu perusahaan alat berat yang di duga digunakan di pabrik semen SCG. Dari hasil investigasi awak media di Kertamaya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat. Malam hari
Setelah ditelusuri kelapangan menemukan Mobil Losbak Colt L300 bernomor polisi (F8346VG) membawa BBM jenis solar yang diduga solar tersebut biosolar yang mana biosolar tersebut BBM bersubsidi karna bisa di bedakan dari warna Biosolar atau solar HSD yg mana jauh berbeda karna solar industri/HSD campuram Fame nya lebih sedikit
Awak media mengkonfirmasi melalui telepon seluler
(13/1/2024)Melalui Whatsap Adapun pengakuan dari pengurus mobil yang membawa muatan solar yang bernama (PH) Masalah pembelian solar kita pakai solar industri dengan surat surat lengkap dari agen solar, termasuk kelengkapan pajaknya. Ucap Pahman.
“Betul memang untuk alat berat kita pa. Kan kita ada storage nya di pool untuk bbm industri ini. Soalnya tanki bbm hanya sampai storage kita. Dikarenakan di scg kita tidak disediakan storage / penyimpanan solarnya. Jadi pengisian nya melalui mobil kecil enggak memungkinkan kalo langsung pake tanki pa,” tambah pahman
Bukhori Rahman Sebagai CBA menegaskan “Solar sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) merupakan barang sensitif, dan jika tidak dikontrol dengan baik bisa terjadi kelangkaan.
Adapun Sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menimbun BBM berjenis Solar kalau sudah begini rakyat kecil yang rugi.
“Jangan sampai surat rekomendasi ini yang justru dimainkan, perlu ada pengawasan dari berbagai pihak, seperti pihak Pertamina sendiri, APH, sesekali harus melakukan sidak di lapangan.” Tuturnya
(Red)

