Konter Bhamboe Cell Jual Kartu 3 Sudah Aktif,Dari PT AMP Distributor Indosat
Bogor,NewsFakta.com-Lagi lagi distributor PT Indosat,edarkan kartu perdana yang sudah aktif ke konter-konter di Kota Bogor,salah satunya PT AMP,Distributor Indosat yang memasarkan kartu perdana Indosat Ooredoo jenis im3 dan 3.
Hasil penelusuran awak media menemukan konter yang menjual perdana siap pakai jenis 3 yang di ketahui provider indosat di Kecamatan Tanah Sareal,salah satunya Konter Bhamboe cell yang berlokasi di Jl Kukupu Gg.Jarum,Kecamatan Tanah Sareal,Kota Bogor.
Dilokasi,awak media mencoba membeli kartu perdana 3 yang sudah aktif dengan harga Rp,25.000.
Lebih lanjut awak media mencoba mengali informasi kepada pemilik konter,Terkait dari mana mendapatkan kartu 3 yang diduga hasil kejahatan dengan cara menggunakan data NIK atau KK milik orang lain.
Pemilik konter menjelaskan”saya cuma menjual pak terkait aktivitas saya dapet dari seles Indosat yang datang ke konter lalu tawarkan perdana yang sudah aktif”Jelasnya
Diwaktu yang berbeda,melalui telepon seluler awak media menghubungi perwakilan PT AMP yang di ketahui bernama wike namun tidak memberikan tanggapan.
Berdasarkan hasil penelusuran awak media diduga kuat kartu perdana 3 yang sudah aktif hasil dari manipulasi NIK oleh oknum tak bertanggung jawab.
Seperti halnya yang terjadi di Kota Bogor,Dua karyawan PT Nusapro dibekuk Satreskrim Polresta Bogor Kota,Keduanya terbukti menyalahgunakan data Kependudukan milik orang lain demi kepentingan bisnisnya.
Perbuatan ilegal melanggar hukum itu,mereka lakukan demi mencapai target bulanan di tempat ia bekerja sebagai distributor kartu perdana IM3 yang merupakan produk provider operator seluler Indosat di Kota Bogor.
Atas tindakannya,kedua karyawan PT Nusapro disangkakan pasal 51 (2) juncto 32 UU RI No. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Hingga berita ini di tayangkan awak media belum mendapatkan keterangan resmi dari sales serta pihak PT AMP ,dan meminta pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti.
Red/TIM
